Termometerklinis atau termometer tubuh dengan nama lain. Termometer ini banyak digunakan oleh para dokter dan perawat di rumah sakit untuk mengukur suhu tubuh atau demam seseorang. Pastikan bagian dari sensor termometer bersentuhan langsung dengan kulit. Tahan tombol sampai termometer berbunyi bip dan berhenti mengukur suhu. Menggunakan Kemudianbuka mulut bayi dan letakkan sensor termometer di bawah mulut. Tutup mulut Anda sampai Anda mendengar bunyi "biip" yang menunjukkan bahwa termometer telah selesai mengukur suhu. Baca juga: Pengertian Stupor. Bagian-bagian Termometer. Berikut adalah bagian-bagian dari alat termometer: 1. Tandon. Tandon atau wadah adalah bagian bawah Bagianbagian dan fungsi dari mikrometer sekrup 1.Rahang tetap merupakan bagian dari mikrometer sekrup yang berfungsi sebagai menjepit benda yang akan diukur. 2. Rahang putar merupakan bagian dari mikrometer sekrup yang memiliki fungsi sama dengan dengan rahang jepit yaitu mencepit benda, perbedaannya hanya terletak jika rahang putar dapat Secaraspesifik termometer klinis difungsikan sebagai alat untuk mengukur suhu tubuh. Suhu tubuh manusia rata-rata adalah sekitar 36-37°C, oleh karena itu termometer klinis ini dirancang hanya untuk mengukur suhu yang rentangnya tidak jauh berbeda dengan rentang suhu tubuh manusia. Jadi, termometer klinis hanya memiliki skala 35-42°C adalah Termometerini digunakan oleh dokter untuk mengukur suhu tubuh pasien. Pada keadaan sehat, suhu tubuh manusia sekitar 37 C. Tetapi pada saat demam, suhu tubuh dapat melebihi angka tersebut, bahkan bisa mencapai angka 40. Skala pada termometer klinis hanya dari 35 C hingga 43 C. Hal ini sesuai dengan suhu tubuh manusia, suhu tubuh tidak mungkin Termometerraksa dalam kehidupan sehari-hari biasanya digunakan untuk mengukur suhu badan dan suhu ruangan. Termometer untuk mengukur suhu badan disebut termometer demam atau termometer klinis. Termometer ini memiliki skala antara 35 - 42 derajat Celsius (°C), karena suhu tubuh manusia tidak akan kurang dari suhu tersebut. Sebutkanpersamaan dan perbedaan antara termometer laboratorium dan termometer klinis! Persamaan termometer laboratorium dan termometer klinis (i) Kedua termometer terdiri dari tabung kaca seragam yang panjang dan sempit. (ii) Keduanya memiliki bola lampu di salah satu ujungnya. (iii) Keduanya mengandung merkuri dalam bohlam. (iv) Keduanya menggunakan skala Celcius pada tabung gelas. rdER. Termometer berasal dari bahasa latin termo yang artinya suhu. Suhu merupakan derajat atau tingkat panas suatu benda atau zat. Sedangkan meter merpakan suatu alat ukur. Dalam kehidupan sehari – hari, termometer biasanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh seseorang ketika sedang mengalami demam. Ketika anada ehujanan atau terkena sinar matahari yang sangat panas membuat kepala pusing. Biasanya kepala pusing tersebut disertai demam. Untuk mengukur seberapa tinggi demam yang terjangkit, digunakanlah termometer untuk mengukur suhunya. Suhu orang normal sekitar 37 – 37, 5 derajat celcius. Sedangkan suhu untuk orang yang mulai terserang demam di mulai dari suhu 38 derajat celcius. Kondisi ini masih bisa di atasi di rumah dengan cara mengompreasnya. Tetapi jika melebihi 39 derajat celcius, bawalah segera ke dokter untuk di beri penanganan lebih lanjut. Termometer Klinis dan cara kerjanya Termometer yang digunakan untuk mengukur suhu badan seseorang dinamakan termometer klinis. Termometer ini biasa di gunakan di dunia kedokteran. Sebelum dokter memeriksa lebih lanjut kondisi pasien, biasanya dokter mengukur terlebih dahulu suhu pasien dengan menggunakan termometer klinis. Suhu badan seseorang mampu di ukur dengan baik melalui rongga mulut, ketiak, atau diantara lekukan tubuh lainnya. Suhu normal manusia berkisar 37 derajat celcius dan tidak pernah kurang dari 35 derajat celcius. Sedangkan suhu maksimal dari suhu tubuh manusia yaitu 42 derajat celcius. Termometer klinis ini di bedakan menjadi 2 macam yaitu termometer klinis analog dan termometerklinis digital. Termometer klinis analog memunculkan suhu yang terbaca dengan melihat angka yang di capai oleh pipa kapiler. Sedangkan termometer klinis digital, nilai suhu yang terbaca dalam bentuk angka yang tertera pada layar termometer. Jika dilihat dari keduanya, termometer klinis digital memiliki keakuratan lebih tinggi daripada termometer klinis analog. Karena pembacaan suhunya lebih jelas dan lebih pasti. Jika anda ingin membeli termometer klinis untuk keperluan buah hati anda untuk mengukur suhunya ketika sakit, anda dapat membelinya dengan mudah di Fungsi Termometer Jenis, Bagian dan Cara Menggunakannya – Kita pasti pernah merasakan badan menjadi dingin saat hujan dan panas saat matahari terik di siang hari. Apa yang terjadi? Pada dasarnya tubuh memiliki suhu yang berubah-ubah tergantung suhu lingkungan. Temperatur adalah derajat atau derajat kehangatan suatu benda. Namun jika tubuh terasa sejuk, dingin, atau panas, dapatkah kita mengukur suhunya? Untuk mengukur suhu tubuh kita, kita bisa menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh kita. Pada kesempatan kali ini, berikut ulasan lengkap tentang termometer. Yuk simak ulasannya di bawah ini. Daftar Isi1 Fungsi Termometer2 Jenis dan Fungsi Termometer Zat Termometer Hambatan Termometer Termometer Termometer Termometer Optik Pyrometer Termometer Termometer Termistor3 Bagian-bagian Zat Pipa Tabung Gelas4 Cara Menggunakan Menggunakan Pada Menggunakan dibawah Menggunakan Pada Anus Pada dasarnya termometer bekerja seperti alat untuk mengukur suhu. Suhu yang diukur juga bervariasi. Dalam dunia medis, termometer digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia untuk mengetahui apakah tubuh seseorang mengalami demam atau tidak. Termometer juga dapat digunakan untuk mengukur suhu oven untuk memasak, suhu ruangan, dll. Jenis dan Fungsi Termometer Termometer Zat Cair Termometer ini merupakan tabung kaca tertutup yang diisi dengan cairan dan memiliki timbangan. Cara kerja termometer ini adalah pengaruh dari perubahan suhu dengan perubahan volume. Perhatikan volume air yang dipanaskan. Saat air dipanaskan, suhu air naik. maka volume air juga akan meningkat. Sebaliknya, volume air berkurang saat air didinginkan. Selain air, dapat muncul bersama zat lain yaitu merkuri dan alkohol yang dapat digunakan sebagai termometer. Contoh termometer ini adalah Celsius, Fahrenheit, Reamur, Kelvin, termometer tubuh, termometer ruangan dan termometer minimum-maksimum. Termometer Hambatan Listrik Termometer hambatan listrik juga dapat disebut sebagai termometer platinum. Termometer ini bekerja sedemikian rupa sehingga tahanan platina meningkat seiring dengan kenaikan suhu. Bahan penghantar listrik untuk termometer ini terbuat dari platina, sehingga tahan panas. Seiring dengan kenaikan suhu maka harga takaran juga meningkat, sehingga konduktivitas listrik menurun. Keunggulan termometer ini adalah dapat membuat rentang temperatur dari -250 ° C hingga 1500 ° C sangat lebar, sehingga termometer platina ini sangat populer di industri. Kerugiannya, bagaimanapun, adalah bahwa suhu tidak dapat langsung dibaca, tetapi sangat lambat sehingga tidak cocok untuk mengukur perubahan suhu. Termokopel Termometer ini terdiri dari dua kabel yang terbuat dari logam, dengan jenis berbeda, dihubungkan ke amperemeter. Beginilah cara kerjanya Jika suhu berbeda, arus listrik lain juga dihasilkan. Keunggulan dari bantalan termokopel adalah berada pada rentang temperatur yang luas dari -100 ° C hingga 1500 ° C. Selain jangkauan yang luas, termometer termokopel ini juga dapat dengan cepat mengukur temperatur dan ke sirkuit lain seperti komputer. Termometer Gas Termometer gas seperti bola kaca dan berisi gas yang dihubungkan ke pengukur tekanan. Begini cara kerjanya Saat bola gas terkena panas, gas di dalam tabung gelas terurai dan menekan cairan yang terkandung di dalam manometer. Kenaikan cairan digunakan untuk menentukan suhu di sekitar bola kaca. Termometer gas bekerja berdasarkan sifat pemuaian gas. Contoh gas yang dapat digunakan adalah gas hidrogen dan helium yang bertekanan rendah. Saat gas terkena panas, volume gas meningkat. Keuntungan termometer gas adalah lebih akurat daripada termometer cair. Termometer gas dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi dan suhu yang sangat rendah pada kisaran luas sekitar -250 ° C hingga 1500 ° C. Termometer Klinis Termometer klinis atau termometer tubuh dengan nama lain. Termometer ini banyak digunakan oleh para dokter dan perawat di rumah sakit untuk mengukur suhu tubuh atau demam seseorang. Cairan yang digunakan untuk mengisi termometer klinis adalah merkuri. Skala pada termometer ini berkisar antara 35 ° C sampai 42 ° C. Cara penggunaannya, termometer ini diletakkan di ketiak atau mulut selama kurang lebih 2 menit. Termometer Dinding Termometer dinding atau termometer ruang nama lainnya. Pada umumnya termometer dinding ini dipasang secara tegak pada dinding suatu ruangan dan digunakan untuk mengukur suhu dalam ruangan. Angka-angka pada skala termometer dinding menunjukkan suhu di atas dan di bawah ruangan dalam derajat Celcius atau Fahrenheit. Kisarannya antara -30 ° C dan 50 ° C. Termometer Optik Pyrometer Termometer yang satu ini sering digunakan oleh para pengamat cuaca untuk mencari suhu tertinggi dan terendah dalam suatu kurun waktu tertentu. Termometer maksimum dan minimum terdiri dari tabung-U yang diisi dengan alkohol atau merkuri. Termometer maksimum-minimum memiliki 2 timbangan yaitu timbangan minimum di kolom kiri dan timbangan maksimum di kolom kanan, sehingga suhu terbaca sesuai dengan ketinggian kolom merkuri. Termometer ini juga dapat digunakan untuk mengukur suhu di dalam greenhouse yaitu di dalam rumah yang digunakan tumbuhan sebagai bahan penelitian. Suhu minimum terjadi pada malam hari dan suhu maksimum terjadi pada siang hari. Termometer Bimetal Termometer bimetal adalah termometer yang dapat memanfaatkan pemuaian yang berbeda dari kedua jenis logam tersebut. Termometer ini mirip dengan dua buah logam dengan fungsi muai yang berbeda. Saat terkena perubahan suhu, termometer bimetal akan menekuk ke arah tertentu. Ketika suhu naik, termometer bimetal menekuk ke arah logam, yang memiliki koefisien muai lebih rendah. Namun, saat suhu menurun, chip termometer bimetal melengkung ke arah logam, yang memiliki koefisien muai lebih tinggi. Termometer bimetal ini digunakan untuk mengukur suhu oven, termostat, grills atau circuit breaker. Termometer Termistor Termometer ini menggunakan termistor untuk sensornya. Termistor adalah perangkat sensor elektronik atau komponen yang digunakan untuk mengukur suhu. Saat perubahan suhu meningkat, resistansi terhadap termistor menurun. Hambatan listrik diukur dalam derajat suhu pada serangkaian skala. Manfaatnya bisa dihubungkan ke komputer. Kerugiannya adalah kisaran suhu sekitar -25 ° C hingga 180 ° C sangat terbatas. Bagian-bagian Termometer Berikut bagian-bagian termometer Tandon Wadah atau wadah tersebut adalah bagian bawah termometer. Bagian ini berfungsi sebagai titik kontak antara benda yang akan diukur dengan termometer. Saat tandon dan benda bersentuhan, panas ditransfer melalui konduksi. Temperatur tangki berubah seiring dengan temperatur benda dan cairan di dalam tabung kapiler bertambah atau berkurang tergantung dari temperatur benda tersebut. Lekukan Biasanya ditemukan di badan termometer kolom merkuri. Bagian ini berfungsi agar cairan yang mengembang tidak mudah jatuh. Sebelum menggunakan termometer, pengguna harus menggoyangkan meteran terlebih dahulu agar merkuri jatuh ke posisi semula. Zat Cair Termometer berisi cairan merupakan bagian terpenting karena berfungsi sebagai komponen untuk menunjukkan tingkat suhu suatu benda. Saat cairan panas atau merkuri terlihat begitu memukau. Skala Skala adalah bagian termometer yang berbentuk garis dengan angka. Bagian ini menunjukkan derajat Celcius suatu benda. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi suhu benda tersebut. Pipa Kaca Tabung kaca atau kapiler adalah tabung sempit yang berisi cairan seperti merkuri atau alkohol. Fungsi pipi adalah sebagai tempat cairan mengembang. Saat cairan mengembang, ia naik melalui tabung kapiler. Saat suhu mulai turun, cairan akan menyusut dan turun. Tabung Gelas Tabung kaca merupakan suatu badan termometer yang berisi komponen utama seperti timbangan dan tabung kapiler. Cara Menggunakan Thermometer Berikut beberapa cara mudah menggunakan termometer tubuh digital. Menggunakan Pada Mulut Penggunaan termometer digital di mulut bisa dilakukan oleh semua usia. Namun, ini lebih direkomendasikan untuk anak di atas 4 tahun. Pertama, pastikan tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke mulut Anda dalam 15 menit terakhir. Kemudian buka mulut anak dan letakkan sensor termometer di bawah mulut. Tutup mulut Anda sampai Anda mendengar bunyi bip, yang menandakan bahwa meteran telah selesai mengukur suhu. Menggunakan dibawah Ketiak Penggunaan termometer digital di bawah ketiak bisa dilakukan oleh siapa saja. Caranya adalah dengan melepas pakaian Anda terlebih dahulu lalu tekan termometer di ketiak Anda. Pastikan bagian dari sensor termometer bersentuhan langsung dengan kulit. Tahan tombol sampai termometer berbunyi bip dan berhenti mengukur suhu. Menggunakan Pada Anus Penggunaan dianus termometer digital biasanya dilakukan pada bayi di bawah usia 3 bulan. Caranya adalah dengan mengoleskan pelembab ke anus Anda terlebih dahulu. Masukkan termometer dengan hati-hati sekitar 1 cm ke dalam anus. Pegang pengukur dengan tangan dan tunggu sensor berbunyi bip. Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi Termometer Jenis, Bagian dan Cara Menggunakannya semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂 Baca juga artikel lainnya tentang Fungsi Poster Tujuan, Ciri, Jenis dan Tips Membuatnya! Fungsi Tari Jenis, Unsur dan Konsepnya 7 Pengertian Strategi Pemasaran 4P dan 7P Pengertian IEEE Frekuensi, Keamanan dan Keuntungan Fungsi Sel Darah Putih Jenis dan Cirinya! Seperti diketahui, alat untuk mengukur suhu dinamakan termometer. Termometer dibuat berdasarkan sifat termometrik bahan, yaitu kepekaan bahan terhadap perubahan suhu atau perubahan besaran fisika akibat perubahan suhu. Beberapa contoh perubahan besaran fisika yang dapat digunakan untuk membuat termometer adalah pemuaian zat cair dalam pipa kapiler, perubahan hambatan listrik kawat platina, pemuaian keping bimetal, dan perubahan tekanan gas pada volume tetap. Termometer Zat Cair Termometer zat cair yang paling banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah termometer yang bahan pengisinya zat cair, misalnya raksa. Pada umumnya zat cair memiliki pemuaian yang tidak teratur. Misalnya, air apabila dipanaskan dari suhu 0oC – 4oC volumenya justru menyusut. Akan tetapi, raksa memiliki pemuaian yang teratur. Termometer Raksa termometer raksa Termometer raksa adalah termometer yang bahan pengisinya adalah raksa. Sebagai contoh termometer raksa adalah termometer skala Celsius. Gambar di bawah menunjukkan termometer raksa yang digunakan di laboratorium. Bagaimanakah prinsip kerja termometer ini? Raksa dalam termometer akan memuai apabila dipanaskan. Pemuaian ini menyebabkan raksa mengisi pipa kapiler dan menunjuk pada skala tertentu. Nah, skala yang ditunjukkan oleh termometer ini menunjukkan suhu benda yang diukur. Beberapa keuntungan apabila raksa digunakan sebagai bahan pengisi termometer adalah raksa mengkilap dan tidak membasahi dinding kaca; raksa merupakan penghantar yang baik sehingga suhunya mudah menyesuaikan dengan suhu benda yang diukur; pemuaiannya teratur; memiliki titik didih yang tinggi 357oC sehingga dapat digunakan untuk mengukur suhu tinggi; dan kalor jenisnya kecil sehingga dengan perubahan panas sedikit saja sudah cukup untuk mengubah suhu. Adapun kerugian menggunakan raksa sebagai bahan pengisi termometer adalah mahal, memiliki titik beku rendah –39oC sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu rendah, dan beracun, sehingga apabila termometer pecah dapat menyebabkan keracunan. Termometer Alkohol Alkohol juga dapat digunakan sebagai bahan pengisi termometer. Beberapa keuntungan apabila alkohol digunakan sebagai bahan pengisi termometer adalah jika dibandingkan dengan raksa, alkohol lebih murah; pemuaiannya teratur; dan titik beku alkohol sangat rendah –115oC sehingga termometer alkohol dapat digunakan untuk mengukur suhu rendah. Adapun kerugian menggunakan raksa sebagai bahan pengisi termometer adalah membasahi dinding; titik didih alkohol sangat rendah –78oC sehingga pemakaiannya menjadi terbatas; dan kalor jenisnya besar sehingga perlu perubahan panas yang besar untuk mengubah suhu. Mengapa air tidak dapat digunakan sebagai bahan pengisi termometer? Ada beberapa alasan sehingga air tidak dapat digunakan sebagai bahan pengisi termometer air membasahi dinding; pada kondisi normal air membeku pada suhu 0oC dan mendidih pada suhu 100oC sehingga jangkauan pengukurannya menjadi sangat terbatas; dan air dipanaskan dari suhu 0oC – 4oC volumenya justru menyusut. Ada beberapa termometer zat cair yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kita hanya akan membahas tiga termometer saja, yaitu termometer klinis, termometer dinding, dan termometer maksimum minimum Six. Termometer Klinis termometer klinis Termometer ini digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Oleh karena itu, termometer ini sering disebut termometer suhu badan. Bagian-bagian dari termometer klinis adalah tabung raksa, bagian yang menyempit, dan pipa kapiler. Zat cair yang digunakan untuk bahan pengisi termometer ini adalah raksa. Skala termometer klinis memiliki jangkauan di atas dan di bawah suhu rata-rata tubuh manusia, yaitu 37oC. Suhu terendah tubuh manusia tidak pernah kurang dari 35oC dan tidak pernah lebih dari 42oC sehingga skala termometer klinis terletak antara 35oC dan 42oC. Termometer klinis digital Termometer yang telah dibicarakan di atas merupakan termometer klinis analog. Dalam termometer analog, hasil pengukuran suhu dapat dibaca pada angka yang tertera pada termometer. Di samping termometer analog, sekarang sudah ada termometer klinis digital. Dalam bentuk digital, hasil pengukuran langsung ditampilkan dalam bentuk angka. Untuk mengukur suhu badan, termometer klinis ditempatkan di bawah lidah atau dijepit pada ketiak. Setelah beberapa saat, termometer diambil dan raksa dalam tabung menjadi dingin dan menyusut. Dengan adanya bagian yang menyempit, raksa di dalam pipa kapiler tidak dapat memasuki tabung dan tetap menunjukkan skala tertentu, misalnya 37oC. Termometer Dinding Termometer dinding digunakan untuk mengukur suhu ruang. Sesuai dengan namanya, termometer ini dipasang pada dinding ruangan. Skala termometer ini memiliki jangkauan suhu yang dapat terjadi dalam ruang, misalnya –50oC sampai 50oC. termometer dinding Termometer Maksimum-Minimum Six Termometer maksimum-minimum Six digunakan untuk mengukur suhu dalam rumah kaca, yaitu bangunan yang digunakan untuk menanam tumbuh-tumbuhan sebagai bahan penelitian. Pada umumnya suhu maksimum terjadi pada siang hari dan suhu minimum terjadi pada malam hari. Termometer max-min six Termometer ini ditemukan oleh James Six pada akhir abad ke-18. Termometer ini terdiri atas tabung silinder A, tabung B, dan pipa U. Tabung silinder A yang berisi alkohol atau minyak creasote dihubungkan dengan tabung B yang juga berisi alkohol melalui pipa U yang berisi raksa. Termometer maksimum-minimum Six dilengkapi dengan dua skala, yaitu skala minimum pada pipa kiri dan skala maksimum pada pipa kanan. Jadi, suhu maksimum dan suhu minimum dapat dibaca sesuai dengan tinggi kolom raksa pada masing-masing pipa. Pada masing-masing permukaan raksa terdapat penunjuk baja yang dilengkapi dengan pegas sebagai penahan. Jika suhu dalam rumah kaca naik, alkohol pada tabung silinder A memuai sehingga mendesak raksa yang terdapat pada pipa kiri. Akibatnya, permukaan raksa pada pipa kiri turun dan permukaan raksa pada pipa kanan naik. Penunjuk baja pada pipa kanan terdorong ke atas dan menunjuk suhu maksimum. Jika suhu dalam rumah kaca turun, alkohol pada tabung silinder A menyusut dan raksa pada tabung B turun. Perlu diketahui, meskipun raksa pada tabung B turun tetapi posisi penunjuk baja tetap tidak berubah. Ketika raksa pada tabung B turun, permukaan raksa pada tabung kiri naik dan mendorong penunjuk baja sampai kedudukan tertentu. Kedudukan penunjuk baja pada tabung kiri ini menunjukkan suhu minimum pada saat itu. Jadi, tinggi kolom raksa pada pipa kiri menunjukkan suhu minimum dan tinggi kolom raksa pada pipa kanan menunjukkan suhu maksimum. Untuk mengembalikan penunjuk baja supaya bersentuhan dengan permukaan raksa digunakan magnet. Pada saat mengukur suhu dengan menggunakan termometer, kalian harus memperhatikan beberapa hal berikut ini. Ketika menggunakan termometer, suhu awal tidak perlu diatur terlebih dahulu. Misalnya, suhu awal tidak perlu dibuat 0oC terlebih dahulu. Ketika mengukur suhu zat cair, ujung bawah termometer harus diletakkan di tengah-tengah cairan. Ujung bawah termometer ini tidak boleh menyentuh dasar atau dinding bejana. Ketika termometer diangkat dari cairan, suhu termometer akan segera berubah menyesuaikan dengan suhu udara. Oleh karena itu, pembacaan termometer dilakukan ketika termometer masih berada di dalam cairan. Untuk mengukur suhu tinggi, pastikan kalian menggunakan termometer yang dirancang untuk mengukur suhu tinggi. Pada saat mengukur suhu, tangan tidak boleh bersentuhan langsung dengan termometer. Untuk mengatasi masalah ini, termometer dapat dijepit dengan statif atau digantung dengan benang melalui lubang yang ada pada ujung atas termometer. Termometer tidak boleh digunakan untuk mengaduk cairan. Dalam membaca skala termometer, posisi mata harus berada pada garis yang tegak lurus terhadap posisi skala termometer. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan paralaks. Termometer Bimetal Termometer bimetal dibuat dari dua lempeng logam yang berbeda jenisnya. Kedua logam ini direkatkan satu sama lain Gambar Apabila lempeng bimatel dipanaskan, bimetal akan melengkung ke arah salah satu logam. Jadi, lempeng bimetal akan melengkung apabila suhunya berubah. Lempeng bimetal pada umumnya dibuat bentuk spiral yang salah satu ujungnya dihubungkan dengan jarum penunjuk Gambar Akibat perubahan suhu, jarum penunjuk akan bergerak dan menunjukkan angka tertentu. Termometer Hambatan termometer hambatan Prinsip termometer hambatan adalah memanfaatkan perubahan hambatan logam platina akibat perubahan suhu. Platina dililitkan pada mika dan dimasukkan ke dalam gelas silika atau tabung perak yang tahan panas. Ujung-ujung kawat platina dihubungkan dengan alat ukur hambatan, misalnya jembatan Wheatstone, yang diletakkan di luar tabung. Prinsip jembatan Wheatstone akan kalian pelajari di SMA. Termometer hambatan memiliki ketelitian yang tinggi. Ketelitian pengukuran dapat mencapai 0,0001oC. Jangkauan pengukuran sangat lebar, yaitu –250oC sampai dengan 1760oC. Termometer hambatan sering digunakan untuk mengukur suhu mesin mobil. Termometer Gas Termometer Gas Prinsip termometer gas adalah pada volume tetap tekanan gas akan bertambah seiring dengan perubahan suhu. Secara sederhana bentuk termometer gas seperti ditunjukkan pada gambar. Termometer gas dapat mengukur suhu yang lebih teliti daripada termometer zat cair. Termometer gas mampu mengukur suhu tinggi hingga 1500oC. Termometer gas helium pada tekanan rendah mampu mengukur suhu hingga –250oC. Pyrometer Optik Bagaimanakah cara mengukur suhu bara api? Apabila digunakan termometer zat cair, pasti termometernya pecah. Untuk mengukur suhu yang sangat tinggi, misalnya suhu tungku peleburan baja, digunakan pyrometer optik. Alat ini mengukur intensitas radiasi yang dihasilkan oleh bahan yang berpendar. Berbeda dengan penggunaan termometer zat cair, pyrometer optik tidak menyentuh benda yang diukur suhunya. Dengan demikian, pyrometer optik dapat mengukur suhu benda yang sangat tinggi Pyrometer Optik Prinsip kerja termostat bimetal Suhu pada alat penetas telur atau inkubator perlu diatur dan dipertahankan supaya nilai tetap. Artinya, inkubator memerlukan alat untuk mengatur suhu. Alat ini dikenal dengan istilah termostat. Bimetal merupakan salah satu alat yang dapat digunakan sebagai termostat. Gambar di samping menunjukkan prinsip kerja termostat. Apabila suhunya naik, kontak putus karena bimetal melengkung ke atas. Sebaliknya, jika suhu turun kontak tersambung lagi sehingga arus mengalir dan pemanasan berlangsung lagi. Proses ini berlangsung terus sehingga suhu dapat diatur pada interval tertentu. Thursday, September 11th 2014. Oleh Bidan Rina Widyawati Termometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suhu. Apabila termometer tersebut digunakan untuk mengukur suhu tubuh, maka termometer tersebut dinamakan termometer klinis. Termometer klinis ini biasanya dipakai oleh dokter, perawat atau keluarga. Termometer klinis memiliki skala dari 35°C sampai dengan 42°C, karena suhu badan manusia hanya berkisar pada suhu tersebut. Secara umum termometer klinis dibagi menjadi dua jenis yaitu termometer analog termometer raksa dan termometer digital termometer digital dengan sensor panas elektrik dan termometer inframerah. Berikut penjelasan untuk kedua jenis termometer tersebut. 1. Termometer raksa/mercury Termometer jenis ini merupakan jenis termometer yang sering dijumpai. Termometer raksa termasuk kedalam termometer analog karena penggunaan termometer ini masih tergolong manual. Hasil pengukurannya ditunjukkan dengan angka-angka skala yang tercetak di samping permukaan raksa dalam pipa kapiler. Termometer ini sangat cocok digunakan oleh mahasiswa kesehatan. Karena proses penggunaannya memerlukan keterampilan khusus, sehingga termometer ini cocok digunakan sebagai proses pembelajaran pada mahasiswa kesehatan. Pada termometer ini terdapat bagian pipa kapiler yang menyempit. Hal ini dimaksudkan agar raksa yang telah menunjukan ke angka yang diukur, tidak turun dengan sendirinya. Hal tersebut dapat memudahkan dalam mengetahui suhu badan yang diukur. Untuk mengembalikannya lagi dilakukan dengan mengibaskan kembali raksa termometer sehingga kembali ketitik awal. Diperlukan kehati-hatian dalam melakukan pengibasan ini, karena bisa saja bila pengibasan terlalu kuat dapat menyebabkan termometer terjatuh dan pecah. Untuk penggunaan secara umum oleh masyarakat, termometer ini tidak direkomendasikan untuk digunakan karena mudah pecah sehingga cairan raksa/mercury dapat menguap dan dihirup oleh manusia. 2. Termometer digital Termometer jenis ini merupakan termometer yang paling banyak digemari oleh masyarakat karena penggunaannya yang mudah dan praktis. Termometer ini dibagi menjadi dua macam yaitu termometer digital dengan sensor panas elektrik dan termometer inframerah. Termometer dengan sensor panas elektrik menggunakan sensor panas yang ada diujung termometer untuk mengukur suhu tubuh. Cara menggunakan termometer ini adalah dengan menempelkan ujung termometer pada bagian tubuh di mulut, di ketiak ataupun di anus. Termometer inframerah merupakan salah satu jenis termometer digital yang menggunakan sinar infrared untuk mengukur suhu tubuh. Cara menggunakan termometer ini adalah dengan mengarahkannya ke dalam lubang telinga. Nama lain dari termometer ini adalah termometer tympanic. Ada juga termometer inframerah yang digunakan dengan cara mengarahkannya kepada dahi. Termometer digital merupakan termometer yang paling baik digunakan untuk mengukur suhu tubuh anak-anak. Pada anak-anak biasanya pengukuran suhu tubuh dengan termometer digital dilakukan pada bagian mulut atau rektal, sedangkan untuk bayi paling akurat bila dilakukan pada bagian rektal. Termometer tympanic merupakan pilihan berikutnya. Akan tetapi keberadaan kotoran telinga atau lekukan di dalam lubang telinga dapat mempengaruhi akurasi dari pengukuran suhu oleh termometer. Maka dari itu sebelum melakukan pengukuran suhu dengan termometer tympanic, bersihkan dahulu kotoran yang ada pada telinga. Untuk anak-anak dan bayi pengukuran suhu pada bagian ketiak tidak dianjurkan, karena akurasi dari pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer di ketiak lebih rendah daripada mulut atau rektal. Setiap kali selesai menggunakan termometer baik itu termometer analog maupun digital, bersihkan ujung termometer dengan alkohol atau sabun dan air hangat. Hal ini dilakukan agar ujung termometer tetap bersih ketika akan digunakan kembali. Kemudian simpan termometer ditempat yang bersih dan kering dalam tempatnya. Termometer ini bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B depan RSHS, atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366 SMS 0822 144 623 86, BBM 7F8B61CD, WA 0822 144 623 86. Sumber Buku Seputar Alat Kesehatan Termometer klinis digolongkan ke dalam termometer maksimum karena digunakan untuk mengukur suhu maksimum orang yang sedang demam. Ciri-ciri termometer klinis adalah sebagai berikut Termometer ini khusus digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Skala ukurnya hanya 35-42°C. Menggunakan zat muai raksa Hg. Pada pembuluh termometernya terdapat bagian yang menyempit. Untuk mengembalikan raksa ke dalam tandon, termometer harus diguncang-guncangkan lebih dahulu. Dengan demikian, termometer klinis memiliki daerah ukur 35-42°C. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

sebutkan bagian bagian dari termometer klinis